Cara Mempercepat Loading Website

Kecepatan sebuah website adalah salah satu kunci keberhasilan digital marketing. Ketika pengunjung meng-klik link yang anda bagikan pastinya mereka mengharapkan pengalaman yang positif. Saat anda ingin membuka sebuah halaman situs dan mencari tahu lebih lanjut tentang isi didalamnya namun anda malah menunggu, hal ini sangat menjengkelkan bukan?

Memiliki situs yang loadingnya cepat tampaknya terdengar sederhana, menurut studi yang dilakukan oleh Backlinko rata rata kecepatan dari 5 juta website yang  ada adalah 1,286 detik pada versi desktop. Jika anda memiliki website yang lebih cepat dari itu, tentunya lebih asyik bukan? Untuk menguji kecepatan situs saat ini sudah banyak penyedia layanannya seperti Cloudinary, Dareboost, Uptrends, Dotcoms Tools dan masih banyak lagi, namun pagespeed test yang biasa digunakan oleh web developer saat ini yaitu Google Pagespeed dan GT-Metrix.

Ketika kecepatan loading sebuah situs lemot, maka visitor atau pengunjung akan merasa bosan.dan tidak mungkin pengunjung website anda seketika langsung meninggalkan website anda! Untuk menghindari hal ini penulis mencoba berbagi trik mempercepat loading website agar loading menjadi lebih cepat dan SEO Friendly.

  1. Pilihlah Hosting yang sesuai dengan pengunjung website anda. Jika visitor anda berasal dari Indonesia, anda bisa menggunakan hosting indonesia. Jika dari luar negeri, minimal menggunakanhosting singapore atau hosting USA. Namun untuk konten yang bersifat juditerlarang dewa anda bisa menggunakan hosting offshore.
  2. Gunakan tema/template yang tidak menggunakan resource yang tinggi pada hosting. Semakin banyak tetek bengek yang ada pada website anda, maka loading pun akan makin lama.
  3. Minimalisir penggunaan script. Atau anda bisa mengkompres javascript atau css anda dengan menggunakan css compressor yang banyak tersedia.
  4. Jika anda pengguna WordPress anda bisa mencoba plugin WP-Smush. plugin ini berfungsi untuk memperkecil ukuran pada setiap gambar yang ada pada blog anda sehingga tidak memakan resource hosting yang tinggi.
  5. Gunakan plugin W3 Total Cache.
  6. Jika anda memiliki kocek lebih,cobalah layanan dari Cloudflare.

Jika sudah diuji coba di GTMetrix, baru lah anda bisa melihat perbedaan kecepatan loading website yang anda miliki sebelum atau sesudah di optimasi kecepatannya.

Berikut ini contoh hasil test sebuah web baik sebelum dan setelah di optimasi kecepatan nya.

Sebelum Optimasi:

Dan sesudah optimasi

Dari dua gambar diatas terlihat bahwa setelah dilakukan optimasi pada web kita, maka kecepatan loading website pun meningkat dari sebelumnya 3,9 detik menjadi 3,1 detik dan ukuran data ketika browser melakukan loading dari sebelum nya 1,5MB menjadi hanya 0,9MB. Dan tentu saja hasil ini akan berbeda-beda tergantung dari jenis hosting dan template yang anda gunakan.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply